Alasan WhatsApp Menaikkan Batas Usia Minimum Pengguna di Eropa Menjadi 16 Tahun Menjelang GDPR

Pembaruan terakhir oleh Olivia Jones pada Juli 17, 2018

WhatsApp adalah layanan perpesanan paling populer sepanjang masa, dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna, itulah sebabnya Facebook tidak masalah menggelontorkan dana lebih dari $19,3 miliar untuk membelinya pada tahun 2014. Aplikasi ini sangat populer di kalangan remaja di seluruh dunia karena memungkinkan mereka untuk melakukan panggilan suara, panggilan video, mengirim pesan teks, gambar, dan media lainnya. Ditambah lagi usia minimum untuk menggunakannya hanya 13 tahun.

Apa Arti GDPR untuk WhatsApp

Pada 14 April 2016, Uni Eropa mengadopsi General Data Protection Regulation (GDPR) yang merupakan momen bersejarah dalam hukum privasi online dan perlindungan data bagi penduduk Uni Eropa. Singkatnya, regulasi tersebut memberi warga Uni Eropa lebih banyak kendali atas penggunaan data pribadi mereka di wilayah Uni Eropa maupun negara-negara di luar Eropa. Peraturan ini mulai berlaku pada 25 Mei 2018 dan menjadi hukum langsung di Uni Eropa sejak tanggal tersebut. Pelanggaran terhadap hak-hak data baru ini akan dikenakan sanksi yang serius. Pihak regulator Uni Eropa dapat menjatuhkan denda kepada para pelanggar hingga 4% dari keuntungan global mereka atau sebesar €20 juta.

Gerakan GDPR menyoroti WhatsApp dan layanan media sosial “ramah remaja” lainnya di Uni Eropa karena undang-undang tersebut menyatakan bahwa diperlukan usia minimum 16 tahun bagi pengguna untuk memberikan persetujuan atas pemrosesan data mereka.

Tanggapan WhatsApp terhadap GDPR

Pada 25 April 2018, tepat satu bulan sebelum diberlakukannya GDPR, WhatsApp mengubah Ketentuan Layanan dengan menyertakan teks berikut:

“Jika Anda tinggal di negara Wilayah Eropa, Anda harus berusia minimal 16 tahun untuk menggunakan Layanan kami atau usia yang diperlukan di negara Anda untuk mendaftar atau menggunakan Layanan kami. Jika Anda tinggal di negara selain Wilayah Eropa, Anda harus berusia minimal 13 tahun untuk menggunakan Layanan kami atau usia yang diperlukan di negara Anda untuk mendaftar atau menggunakan Layanan kami. Disamping usia minimum yang diperlukan untuk menggunakan Layanan kami berdasarkan hukum yang berlaku, jika Anda belum cukup umur untuk memiliki wewenang menyetujui Persyaratan kami di negara Anda, orang tua atau wali Anda harus menyetujui Persyaratan kami atas nama Anda.”

WhatsApp melarang anak-anak berusia dibawah 16 tahun menggunakan layanannya, kecuali orang tua atau walinya menyetujui ketentuan layanan untuk mereka. Persyaratan ini menegaskan bahwa memanipulasi usia atau membuat akun WhatsApp jika Anda berusia dibawah 16 tahun akan menyebabkan akun Anda ditutup.

Saat ini, WhatsApp belum memberi perincian lebih lanjut apakah regulasi tersebut akan membuahkan kebijakan baru, disamping permintaan verifikasi usia kepada penggunanya bahwa mereka setidaknya berusia 16 tahun saat mendaftar setelah GDPR mulai berlaku.

Facebook, perusahaan induk WhatsApp, akan menempuh jalan yang berbeda. Raksasa media sosial tersebut akan mewajibkan pengguna Uni Eropa berusia antara 13-15 tahun untuk menunjuk orang tua atau wali untuk memperoleh izin membagikan data rahasia atau menjadi penerima iklan yang ditargetkan.

Mengakses WhatsApp dengan VPN

Bagi remaja Eropa yang usianya dibawah 16 tahun, memperoleh kembali akses WhatsApp setelah tanggal 25 Mei bisa menjadi perjuangan berat. Pilihan yang mungkin untuk mempertahankan akun mereka adalah dengan memanipulasi data usia.

Namun, taktik ini bisa berbahaya jika WhatsApp mulai mengkroscek usia anggotanya melalui perusahaan induk Facebook.

Meskipun WhatsApp pada umumnya digunakan remaja hanya untuk bersenang-senang saja, namun banyak juga yang memanfaatkannya untuk berbagi info, kiat-kiat dan grup diskusi.

Cara paling aman dan legal untuk menghindari pembatasan usia tersebut yaitu dengan menggunakan virtual private network (VPN) atau jaringan pribadi virtual. Walaupun VPN berkualitas membebankan biaya, yang tentunya akan sulit diupayakan oleh pengguna berusia 13-15 tahun, banyak tersedia juga VPN gratis yang mudah dipasang dan digunakan siapa saja yang tumbuh di era digital ini.

VPN bekerja dengan membuat jaringan aman dan terenkripsi antara komputer Anda dan server yang berlokasi jauh yang dikendalikan oleh perusahaan VPN. Agar bisa menggunakan WhatsApp di Eropa, para remaja cukup memilih negara di luar Eropa yang tidak memberlakukan pembatasan usia minimal 16 tahun. Setelah mencapai server, data didekripsi dan dikirim ke situs Internet pilihan Anda menggunakan alamat IP baru yang sesuai untuk negara tersebut.

Pihak keamanan WhatsApp akan melihat data Anda berasal dari negara non-UE dan tidak melanggar Ketentuan Layanan pasca-GDPR. VPN tidak hanya akan mengembalikan akses ke WhatsApp, namun juga akan memberi perlindungan lebih pada data Anda di dalam VPN dari peretas atau penjahat siber yang mencoba untuk mencurinya.

Anda suka artikel ini? Beri Rating!

Saya sangat tidak menyukainya Saya tidak begitu menyukainya Okelah Cukup bagus! Suka sekali!
0 Rating dari 0 pengguna
Judul
Komentar
Terima kasih atas feedback Anda
Olivia Jones
Ditulis oleh Olivia Jones
Olivia pernah menulis dan mengedit untuk penerbitan dan surat kabar besar Pekerjaan sebelumnya pada sebuah perusahaan keamanan siber memberinya pemahaman mendalam tentang tren keamanan online.