Apakah VPN Legal di Rusia?

Chase Williams Diterbitkan oleh Chase Williams pada September 17, 2018

Pemerintah Rusia membuat perubahan mengejutkan melalui komunitas Internet-nya pada November 2017 saat mengesahkan undang-undang yang memberi batasan ketat terhadap layanan Jaringan Pribadi Virtual (VPN) di dalam wilayahnya.

Bagaimana bunyi undang-undang tersebut? Apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap VPN di Rusia dan bagaimana cara warga menjaga privasi mereka saat berjelajah Internet? Berikut pandangan lebih dekat tentang pergulatan hukum penggunaan VPN yang sedang berjalan di Rusia.

Sejarah UU VPN Rusia

Pada bulan Juli 2017, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang membatasi penggunaan server proxy anonim dan VPN. Agar bisa tetap aktif, VPN di Rusia harus mengubah protokol mereka demi mematuhi peraturan dari Roskomnadzor, Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa Rusia.

Undang-undang secara khusus menegaskan bahwa VPN tidak diizinkan membantu pengguna memperoleh akses ke situs-situs terlarang yang masuk dalam daftar blacklist Rusia. Undang-undang menyatakan bahwa VPN perusahaan akan dikecualikan dari praktik ini, namun para pakar industri mengatakan bahwa saat ini tidak ada cara yang bisa memberi tahu mana yang merupakan VPN perusahaan dan mana yang merupakan VPN pribadi.


Kelalaian undang-undang tersebut mengundang kemarahan banyak pakar teknologi, termasuk Edward Snowden dari Amerika yang berkicau di akun Twitter-nya “Melarang penggunaan ‘tidak sah’ atas peralatan dasar keamanan ber-Internet membuat Rusia menjadi kurang aman dan kurang bebas. Ini adalah tragedi kebijakan”.

VPN tidak bersedia memenuhi permintaan memberatkan dari Roskomnadzor, yang meliputi menyimpan semua komunikasi dan memberi pemerintah akses ‘pintu belakang’ agar mereka dapat mengintip aktivitas penggunanya. Jelas permintaan ini bertolak belakang 180 derajat dengan tujuan VPN: privasi dan keamanan bagi penggunanya.

UU tersebut mulai diberlakukan pada 1 November 2017. Layanan proxy dan VPN diberi waktu 30 hari untuk mendaftar ke Roskomnadzor. Layanan perpesanan online juga harus tunduk pada peratutan undang-undang. Saat ini layanan tersebut harus menautkan pengguna ke nomor telepon mereka, menghilangkan anonimitas. Selain itu, mereka harus memblokir pengguna yang dianggap menyebarkan “informasi ilegal”, meskipun tidak ada penetapan kriteria atas apa yang diklasifikasikan sebagai “ilegal”.

Sebulan sebelumnya, pada 1 Oktober, sebuah amandemen melarang mesin telusur menampilkan hasil pencarian berupa situs-situs yang diblokir oleh badan sensor Rusia.

Jika perusahaan VPN diketahui tidak mematuhi UU, perusahaan maupun pengguna dapat dikenakan denda. Denda untuk perseorangan sebesar RUB300,000 (US$4,783) dan RUB700,000 ($US11,160) untuk perusahaan yang menyediakan VPN.

Pelaksanaan UU VPN Rusia

Tiga bulan setelah undang-undang VPN mulai berlaku, dilaporkan bahwa pihak berwenang Rusia gagal memblokir sebuah VPN tunggal atau proxy. Layanan Keamanan Federal bertanggung jawab untuk menegakkan kepatuhan layanan VPN dan proxy terhadap peraturan.

Pada musim semi 2018, juru bicara Roskomnadzor mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: “Hingga saat ini, belum ada permintaan dari penyidik dan keamanan negara sehubungan dengan penyembunyi identitas (anonymizer) dan layanan VPN”.

Para pakar telah menimbang kekurangan dari pelaksanaan UU ini, menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki anggaran maupun infrastruktur teknis untuk memberlakukan UU dengan serius. Laporan tersebut menegaskan bahwa pemerintah Rusia juga tidak memiliki kemampuan untuk membedakan antara pengguna VPN demi kepentingan bisnis atau pengguna VPN individu.

Masa Depan UU VPN Rusia

Meskipun langkah awal secara hukum untuk mengekang penggunaan VPN di Rusia telah gagal, pemerintah Rusia terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaannya, memperbarui undang-undang dan mengembangkan teknologi baru untuk mempercepat proses penegakan hukum. Hanya karena hukum sebelumnya gagal dalam memberikan peringatan, bukan berarti warga Rusia bisa bernapas lega. Negara-negara seperti China telah berhasil menjalankan larangan mereka sendiri terhadap VPN secara efektif. Dalam tiga bulan terakhir, ada dua orang yang telah dihukum karena menjual perangkat lunak VPN di China dan dijatuhi hukuman penjara.

VPN Terbaik yang dapat digunakan di Rusia di tahun 2018

Untuk saat ini, VPN-VPN berikut merupakan yang terbaik untuk mendapatkan koneksi yang bagus:

1NordVPN

NordVPN

NordVPN: Berbasis di Panama, Nord VPN mampu mengatasi banyak pembatasan yang diberlakukan pada VPN di AS atau UE. Layanan ini memiliki lebih dari 4.400 server di 60 negara dan dipuji atas kecepatan dan fungsi keamanannya yang mumpuni termasuk enkripsi 256 bit dan terowongan VPN ganda. Satu lisensi memungkinkan Anda menginstal software VPN di hingga enam perangkat.

Dapatkan Sekarang

2ExpressVPN

ExpressVPN

ExpressVPN: Bertempat di Kepulauan Virgin Britania Raya, layanan ini memasukkan saklar bunuh dan kebijakan tanpa log yang sangat ketat, bersama dengan DNS-nya di semua server. Memiliki 1.500 server di 154 lokasi dengan split tunneling. ExpressVPN juga memungkinkan Anda mencoba perangkat lunaknya selama 30 hari dengan jaminan uang kembali.

Coba Sekarang Bebas Risiko

3Private VPN


Private VPN: Dengan kebijakan tanpa log dan enkripsi 2.048 bit, keamanan merupakan hal terpenting bagi VPN tersebut. Layanan ini berbasis di Swedia sehingga memiliki sedikit lebih banyak pembatasan dibanding dengan dua pilihan sebelumnya, tetapi latensinya jauh lebih rendah berkat lokasinya yang dekat dengan Rusia.

Dapatkan Sekarang

Anda suka artikel ini? Beri Rating!
Saya sangat tidak menyukainya Saya tidak begitu menyukainya Okelah Cukup bagus! Suka sekali!
4.50 Rating dari 2 pengguna
Judul
Komentar
Terima kasih atas feedback Anda
Chase Williams
Chase merupakan seorang penulis konten berpengalaman dengan kecintaan pada keamanan siber dan teknologi.