Pengungkapan:
Ulasan Kami

Wizcase berisi ulasan yang ditulis oleh pengulas komunitas kami, dan didasarkan pada pengujian pengulas produk yang independen dan profesional.

Kepemilikan

WizCase adalah situs web review keamanan siber terkemuka dengan sekelompok pakar yang berpengalaman dalam menguji dan mengevaluasi VPN, antivirus, pengelola kata sandi, kontrol orang tua, dan alat perangkat lunak. Review kami tersedia dalam 29 bahasa sehingga mudah diakses oleh audiens luas sejak 2018. Untuk lebih mendukung pembaca dalam mengejar keamanan online, kami bermitra dengan Kape Technologies PLC yang memiliki produk populer seperti ExpressVPN, CyberGhost, ZenMate, Private Internet Access, dan Intego, yang semuanya memiliki review di situs web kami.

Biaya rujukan

Wizcase berisikan ulasan yang ditulus oleh para ahli kami dan mengikuti standar ulasan yang ketat, termasuk standar etika, yang telah kami terapkan. Standar-standar tersebut mewajibkan setiap ulasan akan dilaksanakan berdasarkan pengamatan yang independen, jujur, dan profesional dari si pengulas. Namun, kami bisa mendapatkan komisi ketika seorang pengguna menyelesaikan sebuah tindakan menggunakan tautan-tautan kami, yang tidak akan memengaruhi ulasannya namun dapat memengaruhi peringkatnya. Peringkat ditentukan berdasarkan kepuasan pelanggan dari penjualan-penjualan terdahulu dan kompensasi yang diterima.

Standar Ulasan

Ulasan yang dipublikasikan di Wizcase ditulis oleh para ahli yang memeriksa produk sesuai dengan standar peninjauan secara ketat. Standar tersebut memastikan bahwa setiap tinjauan didasarkan pada pemeriksaan pengulas yang independen, profesional dan jujur, serta mempertimbangkan kemampuan teknis dan kualitas produk serta nilai komersialnya bagi pengguna. Peringkat yang diterbitkan dapat memengaruhi komisi afiliasi yang diperoleh dari pembelian melalui tautan di situs web kami.

AVG vs Avast: Di mana Letak Perbedaannya 2023?

Sayb Saad
Pembaruan terakhir oleh Sayb Saad pada Mei 01, 2023

AVG dan Avast adalah dua antivirus yang umum digunakan karena tersedia secara gratis. Keduanya disebut-sebut menawarkan keamanan dan privasi terbaik, namun saya tidak yakin dengan klaimnya sebab dua pesaing yang berasal dari satu perusahaan induk ini pernah ketahuan menjual data pengguna secara diam-diam.

Meski begitu, saya ingin membandingkan kedua antivirus ini untuk menjawab rasa penasaran. Lewat pengujian ketat dengan beberapa kategori, Avast menang dengan selisih tipis. AVG memiliki skor deteksi dan kinerja sistem yang lebih baik namun Avast unggul dalam kategori alat pengoptimalan, fitur tambahan, dan kemudahan penggunaan.

Tapi, saya tidak akan merekomendasikan keduanya mengingat masalah privasi yang pernah terjadi. Sebagai gantinya, saya sarankan penggunaan antivirus handal seperti Norton yang memberikan perlindungan sempurna dengan harga bersaing.

Tidak Ada Waktu Untuk Membaca? Berikut Ringkasan Singkat Pemenang di Tiap Kategori

AVG mencetak skor deteksi yang lebih baik tapi gagal bersaing di sebagian besar kategori lainnya, termasuk kinerja sistem, alat optimasi, dan masih banyak lagi. Secara keseluruhan, ini adalah kompetisi yang ketat, di mana Avast memimpin hanya dengan selisih kecil.

AVG logo

Pemindai Virus Mendeteksi 99.7% malware dan menawarkan 6 opsi pemindaian dengan sedikit false positive. Mendeteksi 98,8% malware dan menawarkan 6 opsi pemindaian disertai banyak false positive.
Proteksi Malware Real-Time Mendeteksi 99,85% virus secara real-time. Mendeteksi 99,5% virus secara real-time.
Kinerja Sistem Memanfaatkan lebih sedikit sumber daya sistem dengan dan tanpa pemindaian, serta menyebabkan sedikit gangguan pada kinerja sistem. Memanfaatkan lebih banyak sumber daya sistem dengan dan tanpa pemindaian, serta menyebabkan perlambatan pada PC.
VPN Kecepatan berfluktuasi saat menggunakan server terdekat dan menengah; kemampuan streaming layak namun menyimpan log. Kecepatan tinggi saat menggunakan server terdekat dan menengah, dengan kemampuan streaming yang layak, namun kebijakan privasi yang masih harus dipertanyakan.
Parental Control Tidak memiliki fungsi parental control. Tidak memiliki fungsi parental control.
Firewall Penggunaan yang memakan waktu serta fitur canggih yang tidak banyak Penggunaan lebih mudah serta fitur keamanan tingkat lanjutan yang lebih beragam.
Pengelola Kata Sandi Tidak menawarkan pengelola kata sandi. Tidak menawarkan pengelola kata sandi.
Mode Gaming Tidak menawarkan alokasi sumber daya saat gaming, yang tersedia hanyalah “mode bisu” untuk menonaktifkan notifikasi. Menangguhkan aktivitas latar belakang dan membisukan notifikasi tidak penting saat gaming.
Alat Optimasi Menawarkan pembersihan disk dan pengelola startup, namun tidak banyak meningkatkan kinerja PC. Menawarkan pembersihan disk, pengelola startup, dan penghapusan bloatware yang mempercepat kinerja PC secara signifikan.
Fitur Lainnya Menawarkan ekstensi browser, pembaruan driver, dan browser yang aman. Menawarkan pelindung ransomware, ekstensi browser, dan “Situs Riil” untuk mencegah pembajakan DNS.
Kompatibilitas Perangkat Sulit mencari fitur di desktop dan aplikasi seluler. Aplikasi desktop dan seluler yang mudah digunakan serta UI yang konsisten.
Layanan Pelanggan Menawarkan obrolan langsung 24/7 dan forum online. Obrolan langsung banyak menerapkan strategi upselling. Menawarkan obrolan langsung 24/7 dan forum online. Obrolan langsung tidak menerapkan strategi upselling, namun untuk terhubung ke agen membutuhkan waktu lama.
Harga Paket berbayar yang setimpal dengan kekayaan fiturnya. Kurang setimpal dengan harga yang ditawarkan karena fitur yang ditawarkan lebih sedikit dibanding AVG.
Versi Gratis Menawarkan paket gratis dengan fitur keamanan beragam, disertai perlindungan yang layak Menawarkan paket gratis dengan beberapa fitur disertai perlindungan yang bagus.
Jaminan Uang Kembali Memberikan jaminan uang-kembali 30-hari, namun proses pengembalian dana agak sulit. Memberikan jaminan uang-kembali 30-hari dengan proses pengembalian dana yang mudah.

Pengujian dan Perbandingan AVG vs Avast Versi Saya

  1. Pemindai Virus – Saya membandingkan jenis pemindaian yang dimiliki kedua antivirus dan menilainya berdasarkan tingkat pendeteksian lewat pengujian berulang.
  2. Perlindungan Malware Real-Time – Saya memeriksa kapabilitas perlindungannya secara real-time, termasuk fitur ekstensi browser.
  3. Kinerja Sistem – Saya meneliti tingkat gangguan antivirus di PC lewat uji penggunaan CPU, memori, dan disk.
  4. VPN – Saya memeriksa kecepatan masing-masing VPN dan proses dalam mengakses platform streaming favorit.
  5. Parental Control – Saya mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan integrasi fungsional parental control.
  6. Firewall – Saya membandingkan jumlah fitur lanjutan yang ditawarkan setiap pesaing dengan firewall mereka.
  7. Pengelola Kata Sandi – Saya mengecek kemudahan penggunaan dan keintegritasan masing-masing pengelola kata sandi.
  8. Mode Gaming – Saya memeriksa mode gaming yang tersedia dan mengujinya secara langsung lewat pengalaman gaming.
  9. Alat Optimasi – Lewat eksperimen dengan beragam alat, saya bisa menyimpulkan manakah antivirus yang lebih efektif dalam menawarkan fasilitas tune-up.
  10. Fitur Lainnya – Untuk kategori ini, saya mempertimbangkan kegunaan fitur tambahan yang ditawarkan keduanya.
  11. Kompatibilitas Perangkat – Untuk kategori ini, saya menguji dari segi kemudahan penggunaan aplikasi desktop dan seluler keduanya.
  12. Layanan Pelanggan – Saya mencoba beragam opsi dukungan pelanggan untuk menentukan antivirus dengan dukungan pelanggan terbaik.
  13. Harga – Saya mencoba beragam paket harga yang ditawarkan keduanya untuk mencari paket dengan nilai terbaik.
  14. Versi Gratis – Saya menguji semua paket gratis yang tersedia.
  15. Jaminan Uang Kembali – Saya menguji jaminan uang-kembali secara langsung untuk memastikan kelancaran proses pengembalian dana di tiap antivirus.

1. Pemindai Virus – AVG Memberikan Deteksi yang Lebih Akurat

Dari pengujian ketat terhadap kedua antivirus, saya mendapati bahwa AVG memberikan perlindungan yang jauh lebih baik dibanding Avira. Berikut opsi pemindaian yang ditawarkannya:

  • Smart Scan – Memindai area kritis pada hard drive PC dengan cepat.
  • Deep Scan – Melakukan pemindaian penuh pada PC dan memeriksa seluruh hard drive.
  • File/Folder Scan – Memindai folder malware tertentu.
  • Boot-Time Scan – Menjalankan pemindaian saat boot-up untuk menghapus virus sebelum diluncurkan.
  • USB/DVD Scan – Memindai hard drive yang dapat dilepas, termasuk USB dan hard drive eksternal.
  • Performance Scan – Memindai sistem untuk menemukan masalah pengoptimalan dan memberikan rekomendasi.

Saya sarankan pemindaian Deep Scan untuk membersihkan PC dari virus secara menyeluruh. Meskipun Smart Scan lebih populer dikarenakan konsumsi waktunya yang singkat, ia tidak memeriksa hard drive secara detil. Sejujurnya, saya juga tidak terlalu puas dengan hasil pemindaian Deep Scan yang kurang sempurna, mengingat kondisi saya yang sudah terbiasa dengan tingkat deteksi 100% Norton.

Deep Scan AVG mendeteksi 99,7% malware yang terdapat pada komputer saya. Namun, proses ini memakan waktu 50 menit. Meski berhasil melampaui skor industri rata-rata 97%, AVG masih belum mampu menawarkan proteksi sempurna.

Tangkapan layar hasil Deep Scan AVG.

Kemampuan deteksi AVG cukup mumpuni

Meski skor deteksinya cukup bagus, AVG melewatkan beberapa malware zero-day dan keliru menandai 5 file aman. Alhasil, saya harus menandai kembali file-file tersebut ke kategori aman.

Serupa AVG, Avast juga menawarkan 6 jenis pemindaian:

  • Full Scan – Memindai seluruh sistem
  • Targeted Scan – Memungkinkan pemilihan file dan folder yang ingin dipindai
  • Boot-Time Scan – Memindai komputer Anda sebelum sistem operasi melakukan booting
  • Quick Scan – Memindai bagian paling berisiko pada perangkat Anda
  • Smart Scan – Memeriksa program kedaluwarsa, ekstensi browser berbahaya, dan masalah kinerja.
  • Custom Scan – Memungkinkan Anda untuk memilih jenis pemindaian yang akan dijalankan, waktu menjalankannya, dan file yang ingin ditemukan

Pemindaian penuh menghasilkan skor deteksi sebesar 98,8%, kalah dengan selisih tipis dari AVG. Namun, proses ini hanya membutuhkan waktu 23 menit, tidak sampai setengah dari konsumsi waktu AVG.

Waktu saya banyak terbuang saat menelusuri daftar virus yang ada guna menandai kembali 15 file aman yang keliru dianggap false positive oleh Avast. Secara keseluruhan, AVG menawarkan proteksi yang lebih baik tanpa banyak false positive.

Pemenang dalam Kategori Pemindai Virus: AVG

2. Perlindungan Malware Real-Time – AVG Menawarkan Proteksi Real-Time yang Lebih Baik

AVG memberikan skor perlindungan real-time yang lebih baik dibanding Avast, 99,85% dari keseluruhan virus secara real-time dibandingkan dengan 99,5% dari Avast. Guna melakukan uji proteksi secara real-time, saya mengunduh 500 sampel virus, termasuk URL yang disematkan dalam email penipuan.

Saya akui pemblokiran AVG terhadap semua file terinfeksi di PC sangat mengesankan. Hanya 1 tautan berbahaya dalam surel penipuan yang luput dari pemindaian ini. Di sisi lainnya, Avast gagal mendeteksi 2 file terinfeksi dan 1 URL penipuan berbahaya.

Setelah melalui banyak penelitian, akhirnya saya berhasil menemukan unsur yang menjadikan AVG lebih unggul dalam pendeteksian virus real-time. Tidak lain, karena ia memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kemampuan deteksi, terutama terhadap virus zero-day yang belum terdapat di katalog. Meski begitu, ia masih saja melewatkan malware zero-day tersembunyi, yang mana tidak akan luput dari pendeteksian rangkaian antivirus top sekelas Norton.

AVG juga dilengkapi dengan perlindungan phishing yang cukup mengecewakan. Saat saya menjalankan 500 URL di mesin pengujian, ia hanya mampu mengidentifikasi 85% serangan phishing. Sedangkan, Avast mendeteksi 86% domain phishing, sedikit lebih baik namun masih belum sepadan dengan antivirus top di industri.

Pemenang dalam Kategori Perlindungan Malware Real-Time: AVG

3. Kinerja Sistem – AVG Lebih Ringan namun Tidak Menawarkan Pengalaman Bebas Gangguan

AVG lebih ringan di PC dibanding Avast. Jika tidak melakukan tugas-tugas yang memakan banyak sumber daya selama pemindaian, saya bisa menikmati pengalaman bebas gangguan.

Saat menguji kinerja sistem, saya mengamati seberapa besar perlambatan yang disebabkan oleh masing-masing pemindaian antivirus. Hal yang saya lakukan adalah meluncurkan 10 situs secara bersamaan sembari melakukan pemindaian penuh dan memperhatikan waktu loading yang dibutuhkan situs untuk memuat dibandingkan saat tanpa pemindaian.

Hasilnya, kumpulan situs terbuka dalam waktu kurang dari 2 detik tanpa pemindaian. Dan, saat melakukan pemindaian penuh dengan AVG dan Avira, masing-masing membutuhkan 4 dan 7 detik untuk membuka halaman yang sama. Sama halnya saat membuka perangkat lunak dengan sumber daya berat seperti MS Office dan AutoCAD, AVG dan Avira membutuhkan 11% dan 16% dalam kondisi pemindaian penuh.

AVG terasa lebih ringan di PC secara keseluruhan. Meski begitu, saya tetap mengalami gangguan-gangguan kecil saat membuka beberapa tab penjelajahan sekaligus. Sedangkan, streaming YouTube dan Netflix lancar. Sebaliknya, Avast terasa lebih berat, meski tanpa pemindaian. Multi-tasking di beberapa tab sekaligus sulit dilakukan dan gangguan terasa lebih parah.

Singkatnya, AVG tidak terlalu membutuhkan sumber daya intensif seperti Avast, namun Anda juga tidak bisa melakukan hal-hal berat seperti menginstal program besar saat pemindaian berjalan di latar belakang. Untuk antivirus yang lebih ringan, saya sarankan Bitdefender, yang menghosting infrastruktur berbasis-cloud tanpa membebani komputer Anda.

Pemenang dalam Kinerja Sistem: AVG

4. VPN – VPN Avast Mengamankan Anda dari Pengintaian

Setelah menelaah semuanya, saya lebih menyarankan penggunaan Avast yang menawarkan kecepatan lebih baik untuk server kelas-menengah. AVG dan Avast sama-sama dilengkapi VPN yang layak, dengan syarat pembelian paket tertinggi. Keduanya memiliki perfoma serupa jika dinilai dari kemampuan mengakses konten dan kecepatan.

SecureLine VPN Avast menghosting 700+ server di lebih dari 35 negara. Saat bepergian ke luar negeri, saya tidak kesulitan mengakses akun streaming berikut:

  • Netflix
  • Amazon Prime Video
  • Hulu
  • HBO Max
  • Disney+

Avast memiliki jaringan server mumpuni untuk membuka beragam platform streaming, namun masih belum bisa menandingi beberapa VPN premium mandiri dalam industri.

Tangkapan layar Avast SecureLine membuka blokir Netflix.

SecureLine menawarkan kecepatan streaming yang layak dalam kualitas HD di server terdekat

Sayangnya, ia tidak mampu menjaga konsistensi kualitas saat menggunakan server di lokasi yang jauh. Kecepatan menurun hingga 50%, dan pengalaman streaming saya lebih sering diselingi buffering. Untuk opsi yang lebih baik, saya sarankan ExpressVPN yang menawarkan jaringan server luas, kemampuan streaming superior, dan kecepatan kilat.

Secure VPN AVG cukup layak dan memberikan saya akses ke:

  • Netflix
  • Amazon Prime Video
  • Disney+

Namun, saya terus mendapatkan pesan kesalahan saat mengakses akun Disney+ dan HBO Max. Server-server terdekat mampu memberikan kecepatan tinggi layaknya VPN Avast, dan justru mengalami kendala serupa saat server jauh digunakan.

Cuplikan layar AVG SecureVPN membuka blokir Netflix.

Kecepatan streaming saat menggunakan server terdekat SecureVPN AVG patut diacungi jempol

Avast unggul dibanding AVG dalam putaran ini dengan kecepatan yang lebih baik saat penggunaan server kelas-menengah. Namun, saya pribadi merasa kurang aman karena kedua pilihan ini pernah menyimpan dan menjual informasi pribadi pengguna, termasuk alamat email, lokasi, dan waktu.

Secara keseluruhan, VPN Avast lebih baik, namun bukan berarti saya akan menyarankannya dengan mengesampingkan masalah privasi yang ada. Lebih baik lagi, jika salah satu opsi ini hanya dimanfaatkan sebagai VPN bawaan untuk paket antivirus Anda .

Pemenang dalam kategori VPN: Avast

5. Parental Control – Kedua Antivirus Tidak Menawarkan Fitur Parental Control

Jujur, ketiadaan fitur penting seperti parental control dalam paket yang ditawarkan (termasuk paket tingkat atas) kedua antivirus ini membuat saya kecewa. Meski bukan termasuk fitur eksotis, namun ia diperlukan bagi pengguna dengan status orang tua yang ingin mencegah anak-anaknya dalam mengakses situs dan aplikasi tidak pantas.

Jika fitur ini sangat penting untuk Anda, ada serangkaian antivirus handal lainnya yang menyediakan parental control ekstensif. Sebut saja, Norton dengan penawaran parental control yang kaya fitur. Dengannya, Anda bisa membuat hingga maksimum 15 profil anak.

Cuplikan layar pengaturan kontrol orang tua Norton 360.

Saya terkesan dengan beragam fitur parental control Norton 360

Norton memberikan akses penuh terhadap aktivitas online dan offline anak Anda. Pengguna bebas memblokir situs, video, dan aplikasi, mengatur batasan waktu layar, atau bahkan melacak lokasi.

Pemenang dalam Kategori VPN: Tidak ada

6. Firewall – Firewall Avast Memberikan Perlindungan Komprehensif Serta Mudah Digunakan

Firewall AVG dan Avast sama-sama menawarkan keamanan yang cukup tangguh. Tapi, setelah melalui beberapa pertimbangan dan uji deteksi, firewall Avast terbukti unggul. Keamanannya lebih komprehensif dan Anda bebas mengendalikan lalu lintas jaringan internet masuk dan keluar.

Firewall Avast memiliki konfigurasi otomatis, tergantung pada tingkat keamanan koneksi jaringan Anda. Contohnya, ia akan memberikan keamanan ekstra saat terdeteksi adanya penggunaan WiFi publik dibandingkan saat penggunaan koneksi rumah atau pribadi.

Kelebihannya terdapat di “Stealth Mode”, mode yang menyembunyikan perangkat Anda dari para peretas saat terhubung ke jaringan publik. Pengguna juga bebas melakukan penyesuaian seperti memblokir program agar tidak terhubung ke internet serta memblokir koneksi jarak jauh, port, dan protokol.

Tangkapan layar dari layar firewall Avast.

Firewall Avast mudah digunakan dan fitur-fiturnya juga tertata rapi di dasbor

Penggunaan firewall AVG terbilang cukup rumit bagi para pemula. Namun, kekhawatiran saya terobati dengan adanya kemampuan kustomisasi, terutama dalam hal pengaturan lalu lintas (aturan dasar, jaringan, dan aplikasi).

Cuplikan layar daftar aturan firewall AVG.

Firewall AVG memungkinkan kendali penuh atas lalu lintas internet Anda

Secara keseluruhan, firewall AVG memblokir penggunaan situs yang mungkin berbahaya, URL jahat yang tersemat dalam surel penipuan, dan serangan phishing, namun tidak terlalu sempurna. Sedangkan, Firewall Avast mendeteksi dan memblokir setiap ancaman yang ada, dengan keamanan setara Firewall McAfee yang mudah dikonfigurasi.

Pemenang dalam Kategori Firewall: Avast

7. Pengelola Kata Sandi – Kedua Antivirus Tidak Menawarkan Fitur Ini

Sayangnya, baik AVG maupun Avast tidak menawarkan pengelola kata sandi. Avast memang tidak lagi memasukkan fitur ini namun menyediakannya secara terpisah di lini produk lain yang dikenal sebagai “Avast Passwords.”

Pengelola kata sandi adalah fitur penting untuk memastikan pembuatan akun online tetap aman. Auditor kata sandinya bertugas memeriksa kata sandi yang lemah atau yang mudah diretas. Fitur utilitas hebat ini juga memungkinkan Anda untuk mengisi otomatis formulir situs yang rumit.

Saya sangat menyarankan pengelola kata sandi Norton yang memungkinkan penyimpanan kata sandi tanpa batas serta menawarkan beragam fitur utilitas, seperti otentikasi dua-faktor (2FA) dan pengubah kata sandi otomatis.

Pemenang dalam Kategori Pengelola Kata Sandi: Tidak ada

8. Mode Gaming – Mode Game Avast Meningkatkan Pengalaman Gaming

Kedua antivirus dilengkapi dengan mode gaming. Setelah mengutak-atik keduanya, saya berani menyimpulkan bahwa mode “Jangan ganggu” Avast (yang sebelumnya dikenal sebagai “Mode Game”) lebih bagus daripada mode serupa dari AVG.

Mode Avast ini lebih dari sekedar peredam notifikasi. Perubahan nama ini dimaksudkan untuk menjangkau pemirsa non-gamer yang juga ingin menikmati semua fitur penting dari gamer handal.

Fungsinya adalah menangguhkan aplikasi latar belakang dan mengalokasikan sumber daya sistem secara lebih efisien agar pengguna seperti saya bisa memainkan game bersumber daya besar seperti The Witcher 3 dan Forza Horizon 5 dalam kualitas Ultra HD tanpa adanya frame drop. Seluruh notifikasi non-kritis juga akan dibisukan, seperti Windows atau pembaruan program serta notifikasi terkait-browser, yang menjadikan pengalaman bermain game lebih imersif.

AVG juga dilengkapi dengan mode “Jangan ganggu”, yang tidak dapat mengalokasikan sumber daya sistem saat gaming. Sesuai dengan namanya, ia hanya membisukan notifikasi untuk memberikan pengalaman bermain tanpa gangguan.

Secara keseluruhan, mode permainan Avast lebih baik dengan adanya fungsi ganda guna meningkatkan kinerja sistem Anda, sedangkan mode permainan AVG hanya bisa menonaktifkan notifikasi.

Pemenang dalam Kategori Mode Gaming: Avast

9. Alat Optimasi – Fasilitas Tune-up Avast Lebih Bagus Meski Belum Setara Dengan Harga yang Dibayarkan

Bagi pengguna premium, AVG dan Avast menawarkan alat optimasi yang tidak memuaskan sama sekali. Keduanya tidak meningkatkan kinerja sistem secara signifikan dan alat -alat berguna yang ditawarkan tidak banyak. Sejujurnya, Anda tidak akan mendapatkan banyak keuntungan jika melakukan peningkatan ke paket premium.

AVG PC Tuneup hadir dengan paket premium (AVG Ultimate) dan ditawarkan sebagai fitur mandiri. Anda akan mendapatkan fitur pembersihan disk untuk cache browser serta bisa menghapus file sampah dan duplikat dari PC.

Awalnya, saya terkesan saat menjumpai kehadiran fitur Startup Manager, namun dikecewakan setelah penggunaan. Tidak banyak perubahan pada kinerja sistem meski program-program yang tidak dibutuhkan telah dinonaktifkan agar tidak memulai otomatis pada sistem boot-up. Sebaliknya, Startup Manager TotalAV mampu meningkatkan kecepatan PC secara signifikan.

Tangkapan layar dari AVG.

Anda bisa mengklik tombol “Put all to sleep” untuk menonaktifkan semua aplikasi agar tidak memulai otomatis saat booting sistem

Alat optimasi Avast memang lebih bagus namun tidak setara dengan nilai uang ekstra yang dikeluarkan. Saya pribadi menyukai disk cleanernya yang mampu membersihkan 5GB file sampah, cookie, dan file duplikat di PC.

Tangkapan layar alat pengoptimalan Avast.

Disk cleaner Avast cukup mengesankan

Selain itu, fasilitas tune-up Avast menaungi alat penghapus bloatware, yang berfungsi mengeliminasi semua program yang mungkin tidak diinginkan (PUP) serta perangkat lunak yang sudah terinstal-sebelumnya. Ia juga memiliki “Automatic Updater” untuk memastikan Windows dan aplikasi tetap terperbarui. Meski fitur ini cukup hebat namun tidak layak untuk dibayar ekstra. Bahkan, antivirus lainnya seperti Norton menyediakan fitur dasar ini secara gratis untuk pengguna paket tingkat-menengah.

Secara keseluruhan, alat optimasi Avast sedikit lebih efektif dibanding milik AVG. Namun, itu hanya tersedia di paket premium yang dibandrol dengan harga cukup mahal sehingga tidak setimpal dengan penawarannya.

Pemenang dalam Kategori Alat Optimasi: Avast

10. Fitur Lainnya – Avast Menawarkan Fitur Keamanan Tambahan Yang Cukup Berguna

Kedua pesaing menawarkan fitur tambahan untuk paket berbayar mereka, namun, saya bisa menyimpulkan bahwa fitur tambahan Avast lebih berguna dalam hal meningkatkan keamanan.

Avast menawarkan Ransomware Shield untuk melindungi file dan folder yang rentan. Fitur ini secara aktif memantau setiap perubahan mencurigakan pada folder yang dilindungi untuk mencegah serangan ransomware. Namun, kemampuan deteksinya tidak sebagus alat “Behavior Monitoring” Bitdefender.

Saya menyukai ekstensi browser “Online Security” yang tersedia di Chrome dan Firefox. Terkadang, kita bisa saja membuka situs berbahaya secara tidak sengaja dan mengunduh file yang terinfeksi, namun dengan adanya ekstensi ini, hal itu tidak akan terjadi.

Tangkapan layar ekstensi browser Avast yang menandai situs web tidak aman.

Ekstensi browser Avast menampilkan pelacak yang memantau saya di situs

“Real Site” Avast merupakan fitur favorit saya – ia mencegah pembajakan DNS, serangan yang mengalihkan Anda dari situs asli ke duplikat dengan motif pencurian kredensial login atau detail kartu kredit. Real Site menyediakan koneksi terenkripsi dari browser ke server DNS Avast untuk menghalau kemungkinan pembajakan DNS. Kedengarannya rumit, tapi fitur ini mudah digunakan – caranya hanya dengan mengaktifkan Real Site.

AVG menawarkan ekstensi browser “AntiTrack” untuk memblokir pelacakan situs dan secara aktif menghapus pelacakan cookie dari browser Anda. Browser terlindungi sebesar 70% dan pengguna mendapatkan tips serta rekomendasi untuk melakukan perbaikan. Anehnya, meski sudah mengikuti tips AVG, saya kesulitan mendapatkan skor sempurna 100%.

Cuplikan layar AVG AntiTrack memberikan skor perlindungan browser.

Skor meningkat dari 70% menjadi 90% setelah mengikuti tips privasi AVG

Adanya tambahan fitur ini membuat saya cukup senang, meskipun milik Avast menawarkan keamanan online yang lebih baik dibanding AVG. Namun, di sisi lain, saya juga merindukan fitur utilitas seperti cloud backup Norton.

Pemenang dalam Kategori Fitur Lainnya: Avast

11. Kompatibilitas Perangkat – Avast Jauh Lebih Mudah Digunakan

Avast kompatibel dengan beragam versi OS. Lewat pengujian mendetil, saya bisa memastikan bahwa aplikasi nativenya Indonesia (baik versi desktop maupun seluler) lebih intuitif dan mudah digunakan daripada AVG.

AVG kompatibel dengan Windows 7+, macOS 10.11+, Android 6.0+, dan iOS 13+. Antarmuka pengguna untuk versi Windows dan Mac serupa, namun saya kesulitan mencari fitur di kedua aplikasi. Misalnya, fitur SecureVPN dan TuneUp tersembunyi di bagian bawah menu dropdown.

Cuplikan layar antarmuka pengguna aplikasi Mac dan Windows AVG.

Aplikasi Mac tidak memiliki tombol “Privacy” seperti aplikasi Windows

Awalnya, navigasi aplikasi seluler AVG cukup membingungkan. Waktu puluhan menit terbuang percuma dan saya tetap tidak bisa menemukan tombol login di dasbor. Untuk masuk, Anda harus mengetuk tombol drop-down di bagian kanan atas dan mengetuk tombol “Already purchased?”.

Aplikasi Android mengemas lebih banyak fitur dibanding aplikasi iOS. Fitur “Boost RAM” menutup aplikasi latar belakang secara otomatis untuk meningkatkan kinerja sistem. Fitur “Clean Junk” menganalisis penyimpanan perangkat dan mengoptimalkannya, dan fitur “Scan WiFi” memeriksa koneksi WiFi terhadap kemungkinan masalah dan ancaman.

Pastinya, saya mengharapkan lebih banyak fitur pada paket aplikasi iOS seperti beberapa antivirus berfokus iOS yang pernah saya gunakan sebelumnya.

Avast bisa dipasang di Windows 7+, macOS 10.11+, Android 6.0+, dan iOS 10+, Jika dibandingkan AVG, ia lebih kompatibel dengan kebanyakan versi OS termasuk iOS. Aplikasi desktop Avast juga lebih ramah pengguna. Mereka memiliki antarmuka yang bersih dengan tampilan tiap fitur yang jelas di dasbor.

Tangkapan layar dari menu Perlindungan desktop Avast

Aplikasi Mac Avast juga ramah-pengguna namun fitur pada aplikasi Windows serba berkekurangan

Aplikasi seluler Avast sama-sama intuitif dan ramah-pengguna layaknya aplikasi desktop. Mereka menawarkan pemindai anti-malware, pemindai WiFi, akses remote control, alat optimasi, dan brankas foto terenkripsi.

Aplikasi Android juga menyertakan fitur “Boost RAM” untuk menangguhkan aktivitas latar belakang yang tidak diperlukan guna mempercepat kinerja ponsel Android Anda.

Secara keseluruhan, aplikasi Avast lebih mudah digunakan dibanding AVG, baik untuk aplikasi desktop maupun selulernya sehingga pemula pun tidak akan kewalahan mempelajarinya.

Pemenang dalam Kategori Kompatibilitas Perangkat: Avast

12. Layanan Pelanggan – Obrolan Langsung Avast Lebih Baik

Tidak ada satupun dari kedua antivirus yang menyediakan opsi dukungan selain obrolan langsung. Fitur dukungan surel dan telepon seharusnya wajib disediakan antivirus premium manapun tanpa mengutip iuran tambahan. Karena itu, saya tidak akan merekomendasikan keduanya dengan alasan ketiadaan opsi dukungan pelanggan mendasar.

Obrolan langsung Avast sulit ditemukan. Anda harus mengakses Knowledge Base, pilih kategori, dan klik tombol “contact support”. Selanjutnya, diperlukan alamat surel dan detail lainnya. Setelah menyelesaikan semuanya, saya masih harus menunggu selama 5 menit sebelum agen mengambil alih kembali. Namun, saya puas dengan tanggapan agen.

Tangkapan layar obrolan langsung dengan agen dukungan Avast

Di luar waktu tunggu, tanggapan obrolan langsung Avast sangat cepat

Obrolan langsung AVG juga sulit ditemukan. Anda harus mencari pertanyaan di bagian FAQ dan klik tombol “contact a live agent”. Saya harus menunggu di bawah satu menit sebelum agen membalas dan menjawab pertanyaan secara profesional. Mereka juga terkesan membujuk pengguna untuk meningkatkan paket. Itulah alasan mengapa saya merasa obrolan langsung Avast lebih baik.

Pemenang dalam Kategori Layanan Pelanggan: Avast

13. Harga – Nilai AVG Lebih Bagus

Paket AVG mengemas lebih banyak fitur dengan harga yang sama dibanding Avast. Namun, keduanya masih kalah saing dengan paket tingkat-menengah pesaing teratas di industri ini.

AVG memiliki 3 paket:

Antivirus Free – Paket gratis memberikan perlindungan mendasar dan tidak menawarkan perlindungan real-time. Namun, kita bisa melihat adanya fitur keamanan tambahan, seperti file shield, web shield, email shield, dan perlindungan ransomware. Meskipun paket gratis ini bagus, Anda masih bisa menemukan antivirus kaya-fitur gratis lainnya.

Internet Security – Paket Internet Security mencakup fitur-fitur paket gratis, ditambah firewall, pengelola kata sandi, perlindungan webcam, dan perlindungan pembajakan DNS. Pada aplikasi seluler, paket ini mencakup beberapa fitur anti-pencurian penting untuk melindungi perangkat yang pernah dicuri. Inilah paket AVG dengan nilai terbaik minus fitur maupun perlindungan yang ditawarkan pesaing premium lainnya.

Ultimate – Paket Keamanan Tertinggi AVG menawarkan semua fitur dari paket sebelumnya serta menambahkan perpaduan alat optimasi dan VPN. Jika mempertimbangkan price point, peningkatan ini tidaklah sebanding karena Anda hanya akan mendapatkan VPN di bawah-standar dan beberapa alat optimasi.

Avast juga menawarkan 3 paket:

Free Antivirus – Paket gratisnya mencakup pemindai malware, perlindungan ransomware, dan pemeriksa WiFi. Meskipun tidak menawarkan perlindungan real-time, kinerjanya cukup bagus.

Premium Security – Keamanan Premium menawarkan seluruh fitur paket gratis, ditambah firewall dan pelindung ransomware. Anda juga bisa menggunakan antivirus di hingga 10 perangkat – titik.

Ultimate – Untuk paket Ultimate, Anda akan mendapatkan alat optimasi, pengelola kata sandi, perlindungan phishing, dan VPN. Menurut saya, tidak satupun dari paket ini yang layak ditingkatkan.

Secara keseluruhan, Paket Premium AVG menawarkan nilai terbaik, namun jika Anda memiliki keterbatasan anggaran, saya sarankan penggunaan paket gratis. Meski memilih paket berbayar AVG, Anda juga tidak akan mendapatkan performa sekelas antivirus tingkat-atas seperti Norton.

Pemenang dalam Kategori Harga: AVG

14. Versi Gratis – Paket Gratis AVG Lebih Kaya-Fitur

AVG dan Avast menawarkan paket gratis dalam jajaran produk antivirus mereka dengan fitur yang lebih banyak dibanding Avast.

Paket gratis AVG memberikan perlindungan mendasar tanpa proteksi real-time. Ia mencakup pemindai malware dan serangkaian alat berguna untuk memperketat perlindungan. “File shield” memindai file baru yang ditambahkan ke PC Anda. “Behavior shield” memantau setiap perilaku aplikasi yang mencurigakan, seperti aplikasi yang mencoba untuk terhubung ke internet tanpa persetujuan .

Ia juga menawarkan perlindungan ransomware, ekstensi browser pelindung web yang memproteksi Anda saat online, serta pemeriksa jaringan yang bertugas mengecek keamanan koneksi internet Anda. Fasilitas ini tergolong bagus karena ditawarkan dalam paket gratis, sementara antivirus lainnya sering kali hanya menawarkan paket gratis barebone.

Paket gratis Avast mencakup pemindai malware, perlindungan ransomware, dan pemeriksa WiFi. Perlindungan yang diberikan layak, namun fitur yang dikemas tidak sebanyak milik AVG.

Versi Gratis: AVG

15. Jaminan Uang-Kembali – Proses Pengembalian Dana Avast Lebih Cepat

Kedua pesaing memberikan jaminan uang-kembali 30-hari untuk semua paket berbayar yang ditawarkan. Setelah mencobanya secara langsung, pengembalian dana dengan Avast terbukti lebih mudah.

Langkah demi langkah pengembalian dana Avast sangat gampang. Pengguna cukup mengisi formulir di situs Avast dengan informasi nama, alamat surat menyurat, alamat surel, ID pesanan, dan alasan pengembalian dana. Pasca mengirimkan formulir, saya langsung mendapatkan konfirmasi surel dalam waktu 5 menit dan dana diterima dalam waktu 5 hari.

Proses klaim pengembalian dana AVG sedikit berbelit. Awalnya saya mengajukan permintaan pengembalian dana dengan mengisi formulir di situs, namun tidak ada balasan maupun email konfirmasi. Setelah menunggu selama 3 hari, saya beralih ke obrolan langsung dan mengulang proses permintaan pengembalian dana kembali. Agen memproses permintaan, dan saya langsung menerima surel konfirmasi setelahnya serta uang dikembalikan dalam waktu 3 hari.

Meskipun proses pengembalian dana AVG lebih singkat namun tidak semulus Avast. Sebagai pengguna, saya lebih suka proses pengembalian dana yang bebas-repot dan transparan, meskipun harus menunggu prosesnya selama beberapa hari.

Pemenang dalam Kategori Jaminan Uang Kembali: Avast

Dan Pemenangnya Adalah… Avast

AVG mengungguli Avast dalam skor perlindungan dan deteksi real-time namun tertinggal di area lain, seperti dari segi kemudahan penggunaan. Secara keseluruhan, ini merupakan kompetisi yang ketat, kapabilitas keduanya beda tipis di sebagian besar kategori. Avast memiliki firewall kuat serta fitur “Real Site” yang menjadikannya antivirus solid.

Di sisi lain, pemindai malware AVG lebih handal dalam mendeteksi virus dan menawarkan perlindungan real-time. Ia juga mengkonsumsi lebih sedikit sumber daya sistem dibanding Avast, sehingga cocok dijadikan pilihan utama bagi pengguna umum. Namun, firewallnya tidak menawarkan banyak fitur canggih.

Singkatnya, Avast memenangkan putaran terbanyak, namun saya tidak menyarankan kedua antivirus tersebut karena mereka pernah mengumpulkan dan menjual data pengguna kepada biro iklan pihak-ketiga. Itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk tidak menggunakannya. Sebagai gantinya, gunakanlah antivirus yang lebih transparan dan handal seperti Norton, yang selalu memberikan hasil terbaik lewat pengujian berkali-kali.

Pemenang Keseluruhan: Avast

Cara Mengunduh Avast di Perangkat Anda

  1. Pilih paket Anda. Buka situs Avast dan pilih produk yang ingin dibeli.
    Tangkapan layar produk antivirus Avast yang terdaftar di situs webnya.
  2. Input informasi kartu kredit. Masukkan mode dan detail pembayaran Anda untuk melanjutkan ke tahap checkout.
    Tangkapan layar halaman checkout Avast.
  3. Unduh dan instal Avast di sistem Anda. Unduh aplikasi sesuai OS Anda.
  4. Aktifkan lisensi Anda dan mulai gunakan Avast. Masukkan kode aktivasi yang telah diterima di surel Anda untuk mengaktifkan lisensi perangkat lunak.
    Tangkapan layar halaman checkout Avast.

FAQ AVG dan Avast

Apakah antivirus gratis bisa menjaga keamanan saya?

Tergantung, namun kebanyakan tidak memiliki fitur penting yang bisa mengamankan Anda dari ancaman online maupun offline. Sebagai gantinya, saya lebih menyarankan antivirus berbayar, atau setidaknya paket gratis yang ditawarkan antivirus berbayar (jika Anda tidak memiliki anggaran).

Apakah Avast adalah antivirus terbaik?

Tidak! Meskipun Avast adalah antivirus termutakhir yang menawarkan paket gratis, namun ia punya beberapa kekurangan. Misalnya, ia tidak memiliki parental control dan VPN sub-bagian. Selain itu, skor deteksinya kurang sempurna tidak seperti pesaing terbaiknya Norton.


Antivirus Top di tahun 2023

Pilihan No. 1
Norton
$19.99 /tahun Hemat 60%
McAfee
$39.99 /tahun Hemat 56%
TotalAV
$19.00 /tahun Hemat 61%
iolo
$23.99 /tahun Hemat 52%
Bitdefender
$19.99 /tahun Hemat 44%
Anda suka artikel ini? Beri Rating!
Saya sangat tidak menyukainya Saya tidak begitu menyukainya Okelah Cukup bagus! Suka sekali!
4.10 Rating dari 3 pengguna
Judul
Komentar
Terima kasih atas feedback Anda